Rabu, 21 Oktober 2015

PENGERTIAN ZAMAN AKSARA DAN PRAAKSARA

Bab 1
Pendahuluan
1.1. Latar belakang masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan arus globalisasi telah membawa perubahan pada hampir semua aspek kehidupan manusia. Dalam hal ini, diperlukan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Salah satu cara membina sumber daya manusia yang berkualitas adalah dengan mempelajari sejarah.
            Jas merah, jangan sekali kali lupakan sejarah pesan Bung Karno pada generasi muda Indonesia, hal ini menunjukan bahwa sejarah merupakan suatu hal yang amat penting untuk di jaga, bukanlah sekedar peristiwa yang telah terjadi di masa lampau, lalu di lupakan begitu saja. Dengan mempelajari sejarah maka kita akan mendapatkan pengalaman yang sangat berguna untuk menapaki hidup di masa mendatang.
Akan tetapi perlu diketahui pula bahwa sejarah umat manusia dimulai dari hal yang sangat sederhana, tidak serta merta langsung pada peristiwa yang dianggap menggemparkan. Oleh karena itu para ahli menggolongkan sejarah kedalam sejarah zaman praaksara dan sejarah zaman aksara.
Lantas, apakah yang dimaksud zaman praaksara dan zaman aksara. Oleh sebab itu kami bermaksud membuat makalah ini untuk memberikan gambaran mengenai pengertian zaman praaksara dan zaman aksara.
1.2. Rumusan masalah
            1.2.1. Apa yang dimaksud dengan sejarah
            1.2.2. Apa yang dimaksud dengan masyarakat
            1.2.3. Apa yang membedakan masyarakat zaman pra aksara dengan aksara
            1.2.4. Apa yang dimaksud dengan melestarikan
1.3. Ruang lingkup
            Adapun ruang lingkup dari pembahasan makalah ini ialah:
            1.3.1. Hanya seputar pengertian tentang sejarah secara etimologi
1.3.2. Hanya sebatas mengetahui kehidupan masyarakat pada zaman pra aksara dan zaman aksara
1.3. Tujuan penulisan
            1.3.1. Menjelaskan pengertian sejarah
1.3.2. Menjelaskan pengertian masyarakat
1.3.3. Menjelaskan perbedaan masyarakat zaman praaksara dan zaman aksara
1.3.4. Menjelaskan pengertian melestarikan
1.4. Manfaat Penulisan
1.4.1.Dengan disusunnya karya ilmiah ini diharapkan bisa menjadi referensi pendukung dalam menjelaskan pengertian antara zaman praaksara dan zaman aksara
1.4.2.Dapat digunakan sebagai acuan dalam membedakan antara zaman praaksara dengan zaman aksara beserta kehidupan diantara dua zaman tersebut.
1.4.3.Diharapkan bisa menumbuhkan rasa perhatian yang tinggi akan pentingnya mempelajari sejarah


















BAB II
Pembahasan
2.1. Pengertian sejarah
Kata sejarah berasal dari bahasa arab yaitu sajarotun yang berarti pohon. Makna kata pohon pada masa lalu biasanya selalu duhubungkan dengan keturunan atau asal-usul keluarga raja.
Dalam kamus bahasa inggris kata sejarah diterjemahkan sebagai history yang berarti masa lampau umat manusia. Dalam bahasa yunani adalah historia. Yang berarti orang pandai. Dalam bahasa belanda kata sejarah adalah geschiedenis yang berarti terjadi. Adapun dalam bahasa jerman kata sejarah adalah geschichte yang berarti sesuatu yang telah terjadi. Sehingga dapat disimpulkan, sejarah yaitu sesuatu yang telah terjadi pada waktu lampau dalam kehidupan umat manusia. Dengan demikian, sejarah tidak dapat dipisahan dari kehidupan manusia dan bahkan berkembang sesuai dengan perkembangan kehidupan manusia dari tingkat sederhana ke tingkat yang lebih maju atau modern.
2.2. Pengertian masyarakat
Menurut kamus besar bahasa indonesia, masyarakat ialah sekumpulan orang yang hidup bersama pada suatu tempat atau wilayah dengan ikatan aturan tertentu. Atau bisa juga diartikan sebagai segolongan orang-orang yang memiliki kesamaan tertentu. Menurut tesaurus bahasa indonesia masyarakat sama halnya dengan asosiasi, bangsa, kekerabatan, kelompok, klub, komunitas, konsorsium, mahajana, nasion, paguyuban, populasi, puak, publik, rakyat, dan umum.
2.3. Pengertian masyarakat pra aksara
Masyarakat pra aksara bisa diartikan sebagai sekelompok manusia yang hidup pada zaman purba. Dimana mereka belum bisa atau belum mengenal sistem tulis menulis dan membaca. Praaksara atau prasejarah merupakan kurun waktu (zaman) pada saat manusia belum mengenal tulisan atau huruf. Praaksara disebut juga zaman nirleka, yaitu zaman tidak ada tulisan. Setelah manusia mengenal tulisan maka disebut zaman sejarah. Berakhirnya zaman prasejarah setiap bangsa berbedabeda berdasarkan perkembangan setiap bangsa tersebut serta informasi yang masuk ke bangsa itu.
Misalnya bangsa Mesir Kuno meninggalkan zaman praaksara sekitar 4000 SM, bangsa Sumeria dan Dravida meninggalkan zaman praaksara sekitar 3000 SM, sedangkan bangsa Indonesia meninggalkan zaman praaksara 400 M.
Kehidupan manusia purba pada masa praaksara senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. Perubahan dan perkembangan itu dapat di jelaskan sebagaiberikut.
1. Masa Berburu dan Meramu Kehidupan.
Manusia purba masa berburu dan meramu senantiasa berpindah-pindah (nomaden).
Kehidupan pada masa berburu dan meramu disebut food gathering artinya mengumpulkan makanan yang di sediakan oleh alam tanpa mengolah atau menanam terlebih dahulu. Alat-alat yang digunakan pada masa itu antara lain kapak perimbas untuk marimbas kayu, menguliti binatang, dan memecah tulang; kapak genggam untuk menggali umbi dan memotong hewan buruan; dan alat serpih digunkaan sebagai pisau.
2. Masa Bercocok Tanam
Masa ini manusia purba sudah mengenal bercocok tanam (food producing). Namun demikian kehidupan berburu dan merapu tidak sepenuhnya ditinggalkan. Masa ini pula manusia purba mulai tinggal menetap (sedenter) di suatu kampung dengan rumah panggung. Alat-alat yang di gunakan pada masa bercocok tanam berasal dari batu yang telah di haluskan, antara lain mata panah untuk berburu; barang pecah belah dari tanah liat (gerabah); beliung persegi untuk menebang kayu dan mencangkul; kapak lonjong untuk mengolah tanah.
3. Masa Perundagian (Pertukangan)
Pada masa ini manusia sudah mengenal teknologi sederhana dan pembagian kerja. Saat itu manusia menganal pertukangan dan pengecoran logam seperti perunggu, tembaga dan besi sebagai barangbarang kebutuhan rumah tangga.

2.4. Pengertian melestarikan
Berdasarkan kamus besar bahasa indonesia, melestarikan berasal dari kata dasar lestari yang artinya tetap seperti keadaannya semula, tidak berubah, kekal. Sedangkan kata melestarikan sendiri mempunyai arti yaitu menjadikan (membiarkan) sesuatu tetap atau tidak berubah, membiarkan tetap seperti keadaannya semula.

2.5. Pengertian sejarah
Kata sejarah berasal dari bahasa arab yaitu sajarotun yang berarti pohon. Makna kata pohon pada masa lalu biasanya selalu duhubungkan dengan keturunan atau asal-usul keluarga raja.
Dalam kamus bahasa inggris kata sejarah diterjemahkan sebagai history yang berarti masa lampau umat manusia. Dalam bahasa yunani adalah historia. Yang berarti orang pandai. Dalam bahasa belanda kata sejarah adalah geschiedenis yang berarti terjadi. Adapun dalam bahasa jerman kata sejarah adalah geschichte yang berarti sesuatu yang telah terjadi. Sehingga dapat disimpulkan, sejarah yaitu sesuatu yang telah terjadi pada waktu lampau dalam kehidupan umat manusia. Dengan demikian, sejarah tidak dapat dipisahan dari kehidupan manusia dan bahkan berkembang sesuai dengan perkembangan kehidupan manusia dari tingkat sederhana ke tingkat yang lebih maju atau modern.
2.6. Pengertian masyarakat
Menurut kamus besar bahasa indonesia, masyarakat ialah sekumpulan orang yang hidup bersama pada suatu tempat atau wilayah dengan ikatan aturan tertentu. Atau bisa juga diartikan sebagai segolongan orang-orang yang memiliki kesamaan tertentu. Menurut tesaurus bahasa indonesia masyarakat sama halnya dengan asosiasi, bangsa, kekerabatan, kelompok, klub, komunitas, konsorsium, mahajana, nasion, paguyuban, populasi, puak, publik, rakyat, dan umum.
2.7. Pengertian masyarakat aksara
Masyarakat aksara merupakan sekelompok manusia yang dimana sudah mengenal sistem komunikasi dengan tulisan dan membaca. Di Indonesia sendiri perkembangan tulisan mulai terjadi saat masuknya budaya india pada abad ke-4 masehi, mengakibatkan bangsa Indonesia terkena pengaruh budaya India, diantaranya berbentuk bahasa (bahasa sansekerta) dan huruf (huruf Pallawa dan Pranagari). Huruf dan bahasa tersebut nantinya digunakan oleh bangsa Indonesia untuk menulis tradisi sejarahnya, terutama prasasti.
Kehidupan manusia pada masa aksara senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. Perubahan dan perkembangan itu dapat di jelaskan sebagaiberikut:
1. Masa bercocok tanam
Pada masa aksara manusia sudah mulai hidup menetap atau sedenter. Kehidupan pada masa bercocok tanam disebut juga food producing. Pada masa ini manusia sudah mulai mengolah tanah untuk ditanami berbagai tanaman pangan yang merupakan kebutuhan pokok dari mereka. Alat-alat yang di gunakan pada masa bercocok tanam berasal dari batu yang telah di haluskan, antara lain mata panah untuk berburu; barang pecah belah dari tanah liat (gerabah); beliung persegi untuk menebang kayu dan mencangkul; kapak lonjong untuk mengolah tanah.
2.8. Pengertian melestarikan
Berdasarkan kamus besar bahasa indonesia, melestarikan berasal dari kata dasar lestari yang artinya tetap seperti keadaannya semula, tidak berubah, kekal. Sedangkan kata melestarikan sendiri mempunyai arti yaitu menjadikan (membiarkan) sesuatu tetap atau tidak berubah, membiarkan tetap seperti keadaannya semula.

BAB III
Penutup
3.1. Kesimpulan
Dari uraian pada bab dua, kita bisa mengambil kesimpulan yakni perbedaan antara zaman pra aksara dengan zaman aksara, yang kami sajikan dalam bentuk tabel berikut ini.
NO.
UNSUR PEMBANDING
PRA AKSARA
AKSARA

1.
Sistem kepercayaan
Animisme dan dinamisme
Agama Hindu dan Budha

2.
Tempat tinggal
Berpindah-pindah
Menetap

3.
Sistem pertanian
Ladang berpindah-pindah,mengikuti tempat tinggal
Ladang menetap, mengikuti pola tempat tinggal

4.
Sistem ekonomi
Menggunakan sistem barter (pertukaran barang dengan barang)
Sudah menggunakan benda (emas, perak, dll.) untuk alat pembayaran penukaran

5.
Kebudayaan
Belum mengenal tulisan
Sudah mengenal tulisan

6.
Alat-alat pekerjaan
Dibuat dari batu
Dibuat dari logam

7.
Sistem pemerintahan
Dipimpin oleh kepala suku
Dipimpin oleh raja

3.2. Saran

Kami sebagai manusia tidaklah luput dari kesalahan. Ibarat tiada gading yang tidak retak, oleh sebab itu kami masih tetap mengharapkan kritik dan saran, baik dari bapak ibu guru pembimbing maupun teman-teman semuanya. Agar kami selaku penulis dapat memperbaiki makalah ini menjadi lebih baik daripada yang sebelumnya.

RELEVANSI AL-QUR’AN DITENGAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN MODERN

RELEVANSI AL-QUR’AN DITENGAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN MODERN
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
(Q.S. Al-Alaq : 1-5)
Itulah ayat Al-Qur’an yang turun pertama kali sejak Rasulullah SAW diangkat menjadi seorang rasul penutup rantai kerasulan. Dari ayat tersebut kita bisa mengetahui, bahwa hal yang ditekankan pertama kali pada umat manusia ialah “membaca”. Suatu kegiatan yang sangat bermanfaat guna untuk mempelajari seuatu hal.
Dengan membaca, dari hal tidak tahu maka kita akan menjadi tahu. Dari yang tidak bisa maka akan menjadi bisa. Sehingga tidaklah salah apabila Allah menekankan kata Iqra’(bacalah) sebagai firman yang pertama kali muncul.
Perlu umat Islam ketahui, hubungan antara membaca pastilah dengan mempelajari suatu ilmu pengetahuan. Banyak dari kaum muslim yang serta merta membaca Al-qur’an secara apa adanya, namun tidak memahami maksud yang terkandung didalamnya. Apabila kita membaca minimal hanya kalimat aslinya (yang berbahasa Arab) dan ditambah terjemahnya saja, belum sampai tafsir yang sesungguhnya, Insyaallah anda akan terpukau dengan apa yang ada didalam kitab yang telah diturunkan 1400 tahun silam ini.
Banyak sekali permasalahan dan hukum yang dibahas didalam Al-Qur’an, mulai dari sejarah, akidah, fikih, muamalah, bahkan sampai ilmu pengetahuan yang baru terungkap kebenaranya beberapa tahun kemarin. Berikut kami sajikan beberapa cabang ilmu yang dibahas didalam Al-Qur’an.
            Ilmu atronomi: QS Al-hijr ayat 16-18, QS Al- Syu’ara ayat 210-212, QS. Al-Shaffat ayat 6-19. QS. Al-Mulk ayat 5, QS. Al-Jin ayat 8-9. Biologi: QS. Al-Imran ayat 59, QS. Al-kahfi ayat 51, QS. Al-Ankabut ayat 19-20, QS. Ar-Rum ayat 19, QS. Al-Mu’min ayat 64, QS. At-Tin ayat 4, QS. Al-Baqarah ayat 28,30,36,213, QS. Al-Imran 154, QS. An-Nisa ayat 1,28,56, QS. Al-An’am ayat 98, QS. Al-A’raf ayat 172, QS. Hud ayat 7, QS. Al-Hijr ayat 26, QS. An-Nahl ayat 4,70,78, QS. Al-Isra’ ayat 70, QS. Al-Mu’minun 12-14, (masih banyak lagi ayat yang menjelaskan seputar biologi yang tidak dapat penulis sampaikan keseluruhan). Fisika: QS. Yunus ayat 24, QS.Al-Furqan ayat 62, QS. Al-Naml ayat 88, QS. Al-Qashash ayat 71-72, QS. Yasin ayat 37,40, QS. Al-Shaffat ayat 5, QS. Al-Ma’arij ayat 40, QS. Al-Ra’d ayat 2, QS. Al-Hajj ayat 65, QS. Al-Rum ayat25, QS. Luqman ayat 10, QS. Fathir ayat 41. Geologi: QS. Al-Rad ayat 3, QS. Al-Hijr ayat 19, QS. An-Nahl ayat 15,81, QS. Tha Ha ayat 53,105-107, QS. Al-Anbiya ayat 30-31, QS. Al-Syu’ara ayat 63, QS. Al-Naml ayat 61,88, QS. Al-Ankabut ayat 40, QS. Saba ayat 2,9, QS. Fathir ayat 27, QS Qaf ayat 7,44, QS. Al-Zalzalah ayat 1-2, Oceanografi: QS. Al-Baqarah ayat 50,164, QS. Al-Ma’idah ayat 96, QS. Al-An’am ayat 59,63,97, QS. Al-A’raf ayat 138,163, QS. Al-Furqan ayat 53, QS. Ar-Rahman ayat 19-20, QS. Fathir ayat 12, QS. An-Naml ayat 61.
            Ayat-ayat yang telah disebutkan diatas belumlah secara keseluruhan. Karena tidaklah mungkin untuk menuliskannya satu-persatu. Yang jelas kita bisa mengambil sebuah kesimpulan. Bahwa Al-Qur’an yang diturunkan berabad-abad tahun yang lalu tidaklah menghalangi suatu umat untuk mempelajari ilmu pengetahuan modern, melainkan justru mengantarkan kita kepada rasa takjub dan semakin bertaqwa kepada Allah SWT. Karena kerelevan Al-Qur’an dengan ilmu modern sekarang masih bisa dihubungkan.
            Terbukti dengan banyaknya ilmuwan-ilmuwan non muslim yang pada akhirnya memilih Islam sebagai pelabuhan terakhir, karena penelitian yang mereka lakukan ternyata telah dibahas sejak lama didalam Al-Qur’an. Subhanallah.
            Adapun alasan mengapa dengan mempelajari IPTEK bisa menambah ketaqwaan ialah, karena sudah barang tentu dengan IPTEK kita tidak hanya bisa memajukan peradaban umat manusia, melainkan juga dapat memahami bahwa kebenaran Al-Qur’an mutlak adanya dan tentunya sesuatu yang benar ini, datangnya dari yang Maha Kuasa, yang mengetahui akan segala hal.
            Sungguh mustahil bila Al-Qur’an merupakan karangan Nabi Muhammad SAW semata, karena bagaimana mungkin seseorang yang awalnya membaca saja belum bisa (sebelum menjadi nabi beliau tidaklah dapat membaca dan menulis), dapat menuliskan ayat-ayat yang indah sekaligus maknanya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya hingga dizaman sekarang.

            Sehingga, sudah sepantasnya bila kita bersyukur karena telah diberi pedoman hidup yang sangat hebat dari Nya. Pedoman yang akan menuntun kita selamat didunia maupun diakhirat. Semoga kita juga bisa menjadi muslim dan muslimat yang beriman, AMIN.