Bab 1
Pendahuluan
1.1. Latar belakang
masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan arus globalisasi telah membawa perubahan pada hampir semua aspek
kehidupan manusia. Dalam hal ini, diperlukan sumber daya manusia yang lebih
berkualitas. Salah satu cara membina sumber daya manusia yang berkualitas
adalah dengan mempelajari sejarah.
Jas
merah, jangan sekali kali lupakan sejarah pesan Bung Karno pada generasi muda
Indonesia, hal ini menunjukan bahwa sejarah merupakan suatu hal yang amat
penting untuk di jaga, bukanlah sekedar peristiwa yang telah terjadi di masa
lampau, lalu di lupakan begitu saja. Dengan mempelajari sejarah maka kita akan
mendapatkan pengalaman yang sangat berguna untuk menapaki hidup di masa
mendatang.
Akan tetapi perlu diketahui pula bahwa
sejarah umat manusia dimulai dari hal yang sangat sederhana, tidak serta merta
langsung pada peristiwa yang dianggap menggemparkan. Oleh karena itu para ahli
menggolongkan sejarah kedalam sejarah zaman praaksara dan sejarah zaman aksara.
Lantas, apakah yang dimaksud zaman
praaksara dan zaman aksara. Oleh sebab itu kami bermaksud membuat makalah ini
untuk memberikan gambaran mengenai pengertian zaman praaksara dan zaman aksara.
1.2.
Rumusan masalah
1.2.1. Apa yang dimaksud dengan
sejarah
1.2.2. Apa yang dimaksud dengan
masyarakat
1.2.3. Apa yang membedakan
masyarakat zaman pra aksara dengan aksara
1.2.4. Apa yang dimaksud dengan
melestarikan
1.3.
Ruang lingkup
Adapun ruang lingkup dari pembahasan
makalah ini ialah:
1.3.1. Hanya seputar pengertian
tentang sejarah secara etimologi
1.3.2. Hanya sebatas mengetahui
kehidupan masyarakat pada zaman pra aksara dan zaman aksara
1.3.
Tujuan penulisan
1.3.1. Menjelaskan pengertian sejarah
1.3.2. Menjelaskan
pengertian masyarakat
1.3.3. Menjelaskan
perbedaan masyarakat zaman praaksara dan zaman aksara
1.3.4. Menjelaskan
pengertian melestarikan
1.4.
Manfaat Penulisan
1.4.1.Dengan disusunnya
karya ilmiah ini diharapkan bisa menjadi referensi pendukung dalam menjelaskan pengertian
antara zaman praaksara dan zaman aksara
1.4.2.Dapat digunakan
sebagai acuan dalam membedakan antara zaman praaksara dengan zaman aksara
beserta kehidupan diantara dua zaman tersebut.
1.4.3.Diharapkan bisa
menumbuhkan rasa perhatian yang tinggi akan pentingnya mempelajari sejarah
BAB II
Pembahasan
2.1. Pengertian sejarah
Kata
sejarah berasal dari bahasa arab yaitu sajarotun yang berarti pohon. Makna kata
pohon pada masa lalu biasanya selalu duhubungkan dengan keturunan atau
asal-usul keluarga raja.
Dalam
kamus bahasa inggris kata sejarah diterjemahkan sebagai history yang berarti
masa lampau umat manusia. Dalam bahasa yunani adalah historia. Yang berarti
orang pandai. Dalam bahasa belanda kata sejarah adalah geschiedenis yang
berarti terjadi. Adapun dalam bahasa jerman kata sejarah adalah geschichte yang
berarti sesuatu yang telah terjadi. Sehingga dapat disimpulkan, sejarah yaitu
sesuatu yang telah terjadi pada waktu lampau dalam kehidupan umat manusia.
Dengan demikian, sejarah tidak dapat dipisahan dari kehidupan manusia dan
bahkan berkembang sesuai dengan perkembangan kehidupan manusia dari tingkat
sederhana ke tingkat yang lebih maju atau modern.
2.2.
Pengertian masyarakat
Menurut
kamus besar bahasa indonesia, masyarakat ialah sekumpulan orang yang hidup bersama
pada suatu tempat atau wilayah dengan ikatan aturan tertentu. Atau bisa juga
diartikan sebagai segolongan orang-orang yang memiliki kesamaan tertentu.
Menurut tesaurus bahasa indonesia masyarakat sama halnya dengan asosiasi,
bangsa, kekerabatan, kelompok, klub, komunitas, konsorsium, mahajana, nasion,
paguyuban, populasi, puak, publik, rakyat, dan umum.
2.3.
Pengertian masyarakat pra aksara
Masyarakat
pra aksara bisa diartikan sebagai sekelompok manusia yang hidup pada zaman
purba. Dimana mereka belum bisa atau belum mengenal sistem tulis menulis dan
membaca. Praaksara atau prasejarah merupakan kurun waktu (zaman) pada saat
manusia belum mengenal tulisan atau huruf. Praaksara disebut juga zaman
nirleka, yaitu zaman tidak ada tulisan. Setelah manusia mengenal tulisan maka
disebut zaman sejarah. Berakhirnya zaman prasejarah setiap bangsa berbedabeda
berdasarkan perkembangan setiap bangsa tersebut serta informasi yang masuk ke
bangsa itu.
Misalnya
bangsa Mesir Kuno meninggalkan zaman praaksara sekitar 4000 SM, bangsa Sumeria
dan Dravida meninggalkan zaman praaksara sekitar 3000 SM, sedangkan bangsa
Indonesia meninggalkan zaman praaksara 400 M.
Kehidupan manusia
purba pada masa praaksara senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. Perubahan
dan perkembangan itu dapat di jelaskan sebagaiberikut.
1. Masa Berburu dan Meramu Kehidupan.
1. Masa Berburu dan Meramu Kehidupan.
Manusia
purba masa berburu dan meramu senantiasa berpindah-pindah (nomaden).
Kehidupan
pada masa berburu dan meramu disebut food gathering artinya mengumpulkan
makanan yang di sediakan oleh alam tanpa mengolah atau menanam terlebih dahulu.
Alat-alat yang digunakan pada masa itu antara lain kapak perimbas untuk
marimbas kayu, menguliti binatang, dan memecah tulang; kapak genggam untuk
menggali umbi dan memotong hewan buruan; dan alat serpih digunkaan sebagai
pisau.
2.
Masa Bercocok Tanam
Masa
ini manusia purba sudah mengenal bercocok tanam (food producing). Namun
demikian kehidupan berburu dan merapu tidak sepenuhnya ditinggalkan. Masa ini
pula manusia purba mulai tinggal menetap (sedenter) di suatu kampung dengan
rumah panggung. Alat-alat yang di gunakan pada masa bercocok tanam berasal dari
batu yang telah di haluskan, antara lain mata panah untuk berburu; barang pecah
belah dari tanah liat (gerabah); beliung persegi untuk menebang kayu dan
mencangkul; kapak lonjong untuk mengolah tanah.
3.
Masa Perundagian (Pertukangan)
Pada
masa ini manusia sudah mengenal teknologi sederhana dan pembagian kerja. Saat
itu manusia menganal pertukangan dan pengecoran logam seperti perunggu, tembaga
dan besi sebagai barangbarang kebutuhan rumah tangga.
2.4. Pengertian melestarikan
Berdasarkan
kamus besar bahasa indonesia, melestarikan berasal dari kata dasar lestari yang
artinya tetap seperti keadaannya semula, tidak berubah, kekal. Sedangkan kata
melestarikan sendiri mempunyai arti yaitu menjadikan (membiarkan) sesuatu tetap
atau tidak berubah, membiarkan tetap seperti keadaannya semula.
2.5. Pengertian sejarah
Kata
sejarah berasal dari bahasa arab yaitu sajarotun yang berarti pohon. Makna kata
pohon pada masa lalu biasanya selalu duhubungkan dengan keturunan atau
asal-usul keluarga raja.
Dalam
kamus bahasa inggris kata sejarah diterjemahkan sebagai history yang berarti
masa lampau umat manusia. Dalam bahasa yunani adalah historia. Yang berarti
orang pandai. Dalam bahasa belanda kata sejarah adalah geschiedenis yang
berarti terjadi. Adapun dalam bahasa jerman kata sejarah adalah geschichte yang
berarti sesuatu yang telah terjadi. Sehingga dapat disimpulkan, sejarah yaitu
sesuatu yang telah terjadi pada waktu lampau dalam kehidupan umat manusia.
Dengan demikian, sejarah tidak dapat dipisahan dari kehidupan manusia dan
bahkan berkembang sesuai dengan perkembangan kehidupan manusia dari tingkat
sederhana ke tingkat yang lebih maju atau modern.
2.6.
Pengertian masyarakat
Menurut
kamus besar bahasa indonesia, masyarakat ialah sekumpulan orang yang hidup bersama
pada suatu tempat atau wilayah dengan ikatan aturan tertentu. Atau bisa juga
diartikan sebagai segolongan orang-orang yang memiliki kesamaan tertentu.
Menurut tesaurus bahasa indonesia masyarakat sama halnya dengan asosiasi,
bangsa, kekerabatan, kelompok, klub, komunitas, konsorsium, mahajana, nasion,
paguyuban, populasi, puak, publik, rakyat, dan umum.
2.7. Pengertian
masyarakat aksara
Masyarakat
aksara merupakan sekelompok manusia yang dimana sudah mengenal sistem
komunikasi dengan tulisan dan membaca. Di Indonesia sendiri perkembangan
tulisan mulai terjadi saat masuknya budaya india pada abad ke-4 masehi,
mengakibatkan bangsa Indonesia terkena pengaruh budaya India, diantaranya
berbentuk bahasa (bahasa sansekerta) dan huruf (huruf Pallawa dan Pranagari).
Huruf dan bahasa tersebut nantinya digunakan oleh bangsa Indonesia untuk
menulis tradisi sejarahnya, terutama prasasti.
Kehidupan
manusia pada masa aksara senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan.
Perubahan dan perkembangan itu dapat di jelaskan sebagaiberikut:
1.
Masa bercocok tanam
Pada
masa aksara manusia sudah mulai hidup menetap atau sedenter. Kehidupan pada
masa bercocok tanam disebut juga food producing. Pada masa ini manusia sudah
mulai mengolah tanah untuk ditanami berbagai tanaman pangan yang merupakan
kebutuhan pokok dari mereka. Alat-alat yang di gunakan pada masa bercocok tanam
berasal dari batu yang telah di haluskan, antara lain mata panah untuk berburu;
barang pecah belah dari tanah liat (gerabah); beliung persegi untuk menebang
kayu dan mencangkul; kapak lonjong untuk mengolah tanah.
2.8. Pengertian melestarikan
Berdasarkan
kamus besar bahasa indonesia, melestarikan berasal dari kata dasar lestari yang
artinya tetap seperti keadaannya semula, tidak berubah, kekal. Sedangkan kata
melestarikan sendiri mempunyai arti yaitu menjadikan (membiarkan) sesuatu tetap
atau tidak berubah, membiarkan tetap seperti keadaannya semula.
BAB III
Penutup
3.1. Kesimpulan
Dari uraian pada bab dua, kita bisa
mengambil kesimpulan yakni perbedaan antara zaman pra aksara dengan zaman
aksara, yang kami sajikan dalam bentuk tabel berikut ini.
NO.
|
UNSUR PEMBANDING
|
PRA AKSARA
|
AKSARA
|
|||
1.
|
Sistem kepercayaan
|
Animisme dan dinamisme
|
Agama Hindu dan Budha
|
|||
2.
|
Tempat tinggal
|
Berpindah-pindah
|
Menetap
|
|||
3.
|
Sistem pertanian
|
Ladang berpindah-pindah,mengikuti
tempat tinggal
|
Ladang menetap, mengikuti pola
tempat tinggal
|
|||
4.
|
Sistem ekonomi
|
Menggunakan sistem barter (pertukaran barang dengan
barang)
|
Sudah menggunakan benda (emas, perak, dll.) untuk alat
pembayaran penukaran
|
|||
5.
|
Kebudayaan
|
Belum mengenal tulisan
|
Sudah mengenal tulisan
|
|||
6.
|
Alat-alat pekerjaan
|
Dibuat dari batu
|
Dibuat dari logam
|
|||
7.
|
Sistem pemerintahan
|
Dipimpin oleh kepala suku
|
Dipimpin oleh raja
|
|||
3.2.
Saran
Kami sebagai manusia tidaklah luput dari
kesalahan. Ibarat tiada gading yang tidak retak, oleh sebab itu kami masih tetap
mengharapkan kritik dan saran, baik dari bapak ibu guru pembimbing maupun
teman-teman semuanya. Agar kami selaku penulis dapat memperbaiki makalah ini
menjadi lebih baik daripada yang sebelumnya.