RELEVANSI AL-QUR’AN DITENGAH
PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN MODERN
Bacalah
dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia
dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar
(manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak
diketahuinya.
(Q.S.
Al-Alaq : 1-5)
Itulah
ayat Al-Qur’an yang turun pertama kali sejak Rasulullah SAW diangkat menjadi
seorang rasul penutup rantai kerasulan. Dari ayat tersebut kita bisa mengetahui,
bahwa hal yang ditekankan pertama kali pada umat manusia ialah “membaca”. Suatu
kegiatan yang sangat bermanfaat guna untuk mempelajari seuatu hal.
Dengan
membaca, dari hal tidak tahu maka kita akan menjadi tahu. Dari yang tidak bisa
maka akan menjadi bisa. Sehingga tidaklah salah apabila Allah menekankan kata Iqra’(bacalah) sebagai firman yang
pertama kali muncul.
Perlu
umat Islam ketahui, hubungan antara membaca pastilah dengan mempelajari suatu ilmu
pengetahuan. Banyak dari kaum muslim yang serta merta membaca Al-qur’an secara
apa adanya, namun tidak memahami maksud yang terkandung didalamnya. Apabila
kita membaca minimal hanya kalimat aslinya (yang berbahasa Arab) dan ditambah terjemahnya
saja, belum sampai tafsir yang sesungguhnya, Insyaallah anda akan terpukau
dengan apa yang ada didalam kitab yang telah diturunkan 1400 tahun silam ini.
Banyak
sekali permasalahan dan hukum yang dibahas didalam Al-Qur’an, mulai dari
sejarah, akidah, fikih, muamalah, bahkan sampai ilmu pengetahuan yang baru
terungkap kebenaranya beberapa tahun kemarin. Berikut kami sajikan beberapa
cabang ilmu yang dibahas didalam Al-Qur’an.
Ilmu
atronomi: QS Al-hijr ayat 16-18, QS Al- Syu’ara ayat 210-212, QS.
Al-Shaffat ayat 6-19. QS. Al-Mulk ayat 5, QS. Al-Jin ayat 8-9. Biologi: QS. Al-Imran ayat 59, QS.
Al-kahfi ayat 51, QS. Al-Ankabut ayat 19-20, QS. Ar-Rum ayat 19, QS. Al-Mu’min
ayat 64, QS. At-Tin ayat 4, QS. Al-Baqarah ayat 28,30,36,213, QS. Al-Imran 154,
QS. An-Nisa ayat 1,28,56, QS. Al-An’am ayat 98, QS. Al-A’raf ayat 172, QS. Hud
ayat 7, QS. Al-Hijr ayat 26, QS. An-Nahl ayat 4,70,78, QS. Al-Isra’ ayat 70,
QS. Al-Mu’minun 12-14, (masih banyak lagi ayat yang menjelaskan seputar biologi
yang tidak dapat penulis sampaikan keseluruhan). Fisika: QS. Yunus ayat 24, QS.Al-Furqan ayat 62, QS. Al-Naml ayat
88, QS. Al-Qashash ayat 71-72, QS. Yasin ayat 37,40, QS. Al-Shaffat ayat 5, QS.
Al-Ma’arij ayat 40, QS. Al-Ra’d ayat 2, QS. Al-Hajj ayat 65, QS. Al-Rum ayat25,
QS. Luqman ayat 10, QS. Fathir ayat 41. Geologi:
QS. Al-Rad ayat 3, QS. Al-Hijr ayat 19, QS. An-Nahl ayat 15,81, QS. Tha Ha ayat
53,105-107, QS. Al-Anbiya ayat 30-31, QS. Al-Syu’ara ayat 63, QS. Al-Naml ayat
61,88, QS. Al-Ankabut ayat 40, QS. Saba ayat 2,9, QS. Fathir ayat 27, QS Qaf
ayat 7,44, QS. Al-Zalzalah ayat 1-2, Oceanografi:
QS. Al-Baqarah ayat 50,164, QS. Al-Ma’idah ayat 96, QS. Al-An’am ayat 59,63,97,
QS. Al-A’raf ayat 138,163, QS. Al-Furqan ayat 53, QS. Ar-Rahman ayat 19-20, QS.
Fathir ayat 12, QS. An-Naml ayat 61.
Ayat-ayat yang telah disebutkan
diatas belumlah secara keseluruhan. Karena tidaklah mungkin untuk menuliskannya
satu-persatu. Yang jelas kita bisa mengambil sebuah kesimpulan. Bahwa Al-Qur’an
yang diturunkan berabad-abad tahun yang lalu tidaklah menghalangi suatu umat
untuk mempelajari ilmu pengetahuan modern, melainkan justru mengantarkan kita
kepada rasa takjub dan semakin bertaqwa kepada Allah SWT. Karena kerelevan
Al-Qur’an dengan ilmu modern sekarang masih bisa dihubungkan.
Terbukti dengan banyaknya
ilmuwan-ilmuwan non muslim yang pada akhirnya memilih Islam sebagai pelabuhan
terakhir, karena penelitian yang mereka lakukan ternyata telah dibahas sejak
lama didalam Al-Qur’an. Subhanallah.
Adapun alasan mengapa dengan
mempelajari IPTEK bisa menambah ketaqwaan ialah, karena sudah barang tentu
dengan IPTEK kita tidak hanya bisa memajukan peradaban umat manusia, melainkan
juga dapat memahami bahwa kebenaran Al-Qur’an mutlak adanya dan tentunya
sesuatu yang benar ini, datangnya dari yang Maha Kuasa, yang mengetahui akan
segala hal.
Sungguh mustahil bila Al-Qur’an
merupakan karangan Nabi Muhammad SAW semata, karena bagaimana mungkin seseorang
yang awalnya membaca saja belum bisa (sebelum menjadi nabi beliau tidaklah
dapat membaca dan menulis), dapat menuliskan ayat-ayat yang indah sekaligus
maknanya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya hingga dizaman sekarang.
Sehingga, sudah sepantasnya bila
kita bersyukur karena telah diberi pedoman hidup yang sangat hebat dari Nya.
Pedoman yang akan menuntun kita selamat didunia maupun diakhirat. Semoga kita juga
bisa menjadi muslim dan muslimat yang beriman, AMIN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar