Rabu, 21 Oktober 2015

RELEVANSI AL-QUR’AN DITENGAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN MODERN

RELEVANSI AL-QUR’AN DITENGAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN MODERN
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
(Q.S. Al-Alaq : 1-5)
Itulah ayat Al-Qur’an yang turun pertama kali sejak Rasulullah SAW diangkat menjadi seorang rasul penutup rantai kerasulan. Dari ayat tersebut kita bisa mengetahui, bahwa hal yang ditekankan pertama kali pada umat manusia ialah “membaca”. Suatu kegiatan yang sangat bermanfaat guna untuk mempelajari seuatu hal.
Dengan membaca, dari hal tidak tahu maka kita akan menjadi tahu. Dari yang tidak bisa maka akan menjadi bisa. Sehingga tidaklah salah apabila Allah menekankan kata Iqra’(bacalah) sebagai firman yang pertama kali muncul.
Perlu umat Islam ketahui, hubungan antara membaca pastilah dengan mempelajari suatu ilmu pengetahuan. Banyak dari kaum muslim yang serta merta membaca Al-qur’an secara apa adanya, namun tidak memahami maksud yang terkandung didalamnya. Apabila kita membaca minimal hanya kalimat aslinya (yang berbahasa Arab) dan ditambah terjemahnya saja, belum sampai tafsir yang sesungguhnya, Insyaallah anda akan terpukau dengan apa yang ada didalam kitab yang telah diturunkan 1400 tahun silam ini.
Banyak sekali permasalahan dan hukum yang dibahas didalam Al-Qur’an, mulai dari sejarah, akidah, fikih, muamalah, bahkan sampai ilmu pengetahuan yang baru terungkap kebenaranya beberapa tahun kemarin. Berikut kami sajikan beberapa cabang ilmu yang dibahas didalam Al-Qur’an.
            Ilmu atronomi: QS Al-hijr ayat 16-18, QS Al- Syu’ara ayat 210-212, QS. Al-Shaffat ayat 6-19. QS. Al-Mulk ayat 5, QS. Al-Jin ayat 8-9. Biologi: QS. Al-Imran ayat 59, QS. Al-kahfi ayat 51, QS. Al-Ankabut ayat 19-20, QS. Ar-Rum ayat 19, QS. Al-Mu’min ayat 64, QS. At-Tin ayat 4, QS. Al-Baqarah ayat 28,30,36,213, QS. Al-Imran 154, QS. An-Nisa ayat 1,28,56, QS. Al-An’am ayat 98, QS. Al-A’raf ayat 172, QS. Hud ayat 7, QS. Al-Hijr ayat 26, QS. An-Nahl ayat 4,70,78, QS. Al-Isra’ ayat 70, QS. Al-Mu’minun 12-14, (masih banyak lagi ayat yang menjelaskan seputar biologi yang tidak dapat penulis sampaikan keseluruhan). Fisika: QS. Yunus ayat 24, QS.Al-Furqan ayat 62, QS. Al-Naml ayat 88, QS. Al-Qashash ayat 71-72, QS. Yasin ayat 37,40, QS. Al-Shaffat ayat 5, QS. Al-Ma’arij ayat 40, QS. Al-Ra’d ayat 2, QS. Al-Hajj ayat 65, QS. Al-Rum ayat25, QS. Luqman ayat 10, QS. Fathir ayat 41. Geologi: QS. Al-Rad ayat 3, QS. Al-Hijr ayat 19, QS. An-Nahl ayat 15,81, QS. Tha Ha ayat 53,105-107, QS. Al-Anbiya ayat 30-31, QS. Al-Syu’ara ayat 63, QS. Al-Naml ayat 61,88, QS. Al-Ankabut ayat 40, QS. Saba ayat 2,9, QS. Fathir ayat 27, QS Qaf ayat 7,44, QS. Al-Zalzalah ayat 1-2, Oceanografi: QS. Al-Baqarah ayat 50,164, QS. Al-Ma’idah ayat 96, QS. Al-An’am ayat 59,63,97, QS. Al-A’raf ayat 138,163, QS. Al-Furqan ayat 53, QS. Ar-Rahman ayat 19-20, QS. Fathir ayat 12, QS. An-Naml ayat 61.
            Ayat-ayat yang telah disebutkan diatas belumlah secara keseluruhan. Karena tidaklah mungkin untuk menuliskannya satu-persatu. Yang jelas kita bisa mengambil sebuah kesimpulan. Bahwa Al-Qur’an yang diturunkan berabad-abad tahun yang lalu tidaklah menghalangi suatu umat untuk mempelajari ilmu pengetahuan modern, melainkan justru mengantarkan kita kepada rasa takjub dan semakin bertaqwa kepada Allah SWT. Karena kerelevan Al-Qur’an dengan ilmu modern sekarang masih bisa dihubungkan.
            Terbukti dengan banyaknya ilmuwan-ilmuwan non muslim yang pada akhirnya memilih Islam sebagai pelabuhan terakhir, karena penelitian yang mereka lakukan ternyata telah dibahas sejak lama didalam Al-Qur’an. Subhanallah.
            Adapun alasan mengapa dengan mempelajari IPTEK bisa menambah ketaqwaan ialah, karena sudah barang tentu dengan IPTEK kita tidak hanya bisa memajukan peradaban umat manusia, melainkan juga dapat memahami bahwa kebenaran Al-Qur’an mutlak adanya dan tentunya sesuatu yang benar ini, datangnya dari yang Maha Kuasa, yang mengetahui akan segala hal.
            Sungguh mustahil bila Al-Qur’an merupakan karangan Nabi Muhammad SAW semata, karena bagaimana mungkin seseorang yang awalnya membaca saja belum bisa (sebelum menjadi nabi beliau tidaklah dapat membaca dan menulis), dapat menuliskan ayat-ayat yang indah sekaligus maknanya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya hingga dizaman sekarang.

            Sehingga, sudah sepantasnya bila kita bersyukur karena telah diberi pedoman hidup yang sangat hebat dari Nya. Pedoman yang akan menuntun kita selamat didunia maupun diakhirat. Semoga kita juga bisa menjadi muslim dan muslimat yang beriman, AMIN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar